Kamis, 06 Februari 2014

Video Perempuan Melayu Pukuli Bayi 1 Tahun di Youtube Bikin Miris

0 komentar

RABU, 9 MEI 2012





JAKARTA -  Bak! Buk! Bak! Buk! Seorang perempuan terlihat memukuli bayi berusia sekitar 1 tahun yang tengkurap di kasur yang terlihat diletakkan di atas lantai. Bayi itu berada di pojokan, tak berdaya, hanya menangis. Namun perempuan itu tak peduli.

Dalam video tak berjudul berdurasi 4 menit 19 detik itu, si perempuan terus memukuli bayi itu, kendati bayi itu sudah menangis kencang. Tak hanya dengan bantal, perempuan itu juga terlihat memukuli bayi dengan tangannya, di bagian kepala, muka dan kaki. Plak! Plak!

Bayi itu tengkurap, memakai celana dan baju cokelat, terlihat pampers menyembul dari bagian celananya. Sementara perempuan itu, bertampang Melayu, rambut awut-awutan dikuncir kuda menggunakan jepit, berkemeja lengan panjang motif garis-garis cokelat-hijau, dan bawahan hitam. Wajahnya hanya terlihat dari samping.

Perempuan itu memukuli sang bayi bak petinju yang memukuli sand sack, bertubi-tubi. Tampak dia geram, dan meluapkan emosinya yang entah disebabkan oleh apa.

Bayi itu terus meraung-raung, merayap-rayap di atas kasur yang bersprei merah muda. Saat tangisan sudah reda, perempuan itu seakan tak rela. Memukul, entah muka, kepala, tangan atau kakinya hingga bayi itu menangis kembali. Perempuan itu juga mencubit muka, pantat, dan lengan.

Selama perempuan itu memukuli sang bayi, tampak bocah laki-laki berusia sekitar 4-5 tahun memakai celana dan kaos putih sambil memegang bungkus makanan ringan, serta bocah perempuan berusia sekitar 6-7 tahun memakai rok merah muda. Kedua bocah itu berdiri, melihat di pinggir kasur. Ada juga perekam video.

Ada suara perempuan lain dalam video itu, entah itu suara perekam video atau bukan.
Seperti, "Ida, Ida, sudah Ida. Idaaa, Idaaaa, sudahlah sudah", "Eee..udahlah Idaa", "Idaaa, eh, kau nak bunuhkah die hah?!". Kendati berteriak, tak seorang pun mencegah perbuatan perempuan itu pada bayi itu. Perekam kekerasan itu juga tetap saja mengabadikan gambar.

Sementara perempuan itu terlihat geram, di sela-sela memukul dia menggeram "Hhhhhhh" sambil menggenggam-meremas telapak tangannya. Kemudian berteriak, "Hei, diam anak bodoh!".

Semua kata-kata itu berlogat Melayu. Tak jelas di mana lokasi pengambilan video itu, di Indonesia atau di negeri jiran. Tak jelas juga apakah perempuan itu ibunya atau bukan hingga bisa setega itu kepada sang bayi.

Video itu menjadi perbincangan hari ini di dunia sosial twitter. Semua tweeps menyesalkan peristiwa itu. Duh miris!
Read more ►

Minggu, 29 Desember 2013

Pelacur 16 Tahun Bagi ‘Diskaun’ Kalau Pelanggan Pelajar Sekolah

0 komentar

KULIM – Seorang remaja berusia 16 tahun, di sini, sudah melakukan kegiatan pelacuran sejak berusia 14 tahun setelah diperkosa beberapa kali oleh teman lelakinya.

Remaja berkenaan yang ditahan polis dalam rondaan cegah jenayah mengakui, gemar melakukan aktiviti tidak bermoral itu dengan mengenakan bayaran antara RM50 hingga RM80.

Ketua Polis Daerah Kulim, Superintendan Ghuzlan Saleh berkata, ketika kejadian, remaja bawah umur yang berpeleseran di pekan Kulim ditahan kira-kira jam 3.30 pagi semalam ketika sedang menunggang motosikal jenis Honda EX5.

“Remaja ini menunggang motosikal dalam keadaan mencurigakan bagaimanapun apabila ditahan, polis mendapati dia pernah ditahan polis beberapa kali sebelum ini kerana berpeleseran,” katanya.

Sinar Harian kemudiannya mendekati remaja terbabit dan bertanya sama ada masih bersekolah atau sebaliknya.

Remaja ini kemudiannya menyatakan dia tidak ke sekolah kerana tidak berminat dalam pelajaran.

Menurutnya, dia tinggal bersama beberapa rakan lain dan melakukan kegiatan pelacuran untuk menampung perbelanjaan.

“Ada kalanya saya tinggal di rumah rakan lelaki sehingga beberapa hari. Sepanjang bersama mereka saya akan diberikan makanan dan tempat tidur.

“Sebelum ini saya pernah bekerja di Pulau Pinang bagaimanapun berhenti kerana jauh,” katanya.

Ditanya mengenai pelanggannya, remaja ini menjelaskan kebanyakan pelanggannya terdiri daripada mat motor.

“Mereka akan membawa saya balik ke rumah untuk melakukan hubungan seks.

“Walaupun terpaksa melayani beberapa lelaki dalam satu masa, saya tetap melakukannya kerana suka dengan layanan ketika melakukan hubungan seks,” katanya.

Tambahnya, pelajar sekolah juga ada menggunakan khidmat seks daripadanya dan bayaran yang dikenakan lebih murah berbanding pelanggan yang sudah bekerja.

Menurutnya, sehingga kini tidak ada mana-mana pihak yang pernah menahannya kerana terlibat dalam kegiatan pelacuran kerana ia dilakukan secara senyap.

Katanya, dia senang melakukan kegiatan itu kerana mudah mendapatkan wang. – SINAR HARIAN
Read more ►
 

Copyright © Awo awo Design by O Pregador | Blogger Theme by Blogger Template de luxo | Powered by Blogger