Jumat, 29 November 2013

Penjara Terbebas Di Dunia

0 komentar
http://blogspot.com

Mungkin ini penjara paling nyaman dan bebas di dunia, dimana penjara ini memperbolehkan mengajak istri ,bisa ngantor dan tidur bersama anak-anaknya. Penjara San Pedro sebagai penjara terbesar di La Paz, Bolivia dengan tahanan sebanyak 1.500 di dalamnya. Tapi yang membuatnya unik bukanlah banyaknya tahanan di dalamnya. Tapi penjara ini lebih mirip seperti penjara mandiri. Di mana di dalamnya, para tahanan dapat mengelola usaha mereka sendiri atau bekerja layaknya kehidupan di luar penjara.


Penjara San Pedro ini bahkan memiliki hukum dan pemerintahan sendiri, tanpa penjaga berkeliaran di dalamnya! Para tahanan di penjara San Pedro yang terletak di La Paz, Bolivia tinggal di dalam penjara yang memiliki komunitas lingkungan tersendiri. Layaknya kehidupan normal di luar penjara, di dalam penjara San Pedro pun terdapat restoran, pasar, supermarket, salon rambut, bahkan hotel yang dikelola sendiri oleh para tahanan. Para tahanan pun dapat mengajak keluarga mereka, seperti istri dan anak – anaknya untuk tinggal di dalam penjara bersama mereka.

http://blogspot.com


Dan uniknya, di penjara ini tidak ada penjaga yang berkeliaran. Para polisi di Bolivia tidak akan ikut campur dengan apapun yang terjadi antara para tahanan di dalam penjara. Karena di dalamnya, penjara ini memiliki sistem pemerintahan sendiri. Di mana seorang tahanan yang terpilih secara demokratis akan menjadi pemimpin di penjara San Pedro ini. Anda juga tidak akan menemukan para tahanan tinggal di dalam sebuah jeruji besi.


Namun, di dalam penjara ini, para tahanan harus membayar untuk sel mereka. Tidak peduli betapa kecil dan kotornya sel yang mereka diami. Penjara San Pedro ini sendiri terbagi atas 8 sektor, mulai dari yang paling kumuh hingga yang paling mewah untuk didiami. Dimana tahanan yang sanggup membayar mahal dapat tinggal di bagian yang mewah dari penjara ini. Di bagian yang mewah, para tahanan dapat tinggal di dalam sebuah sel nyaman yang dilengkapi dengan kamar mandi pribadi, dapur sendiri, TV kabel, bahkan jacuzzi! Tapi bayaran sewa nya pun mahal.


Tahanan yang ingin tinggal di dalam sel mewah seperti ini harus membayar sekitar 1000 hingga 1500 dolar US (sekitar 10 – 15 juta rupiah) selama masa tahanan mereka. Namun banyak juga tahanan miskin yang tinggal beramai – ramai dalam sebuah sel.Dengan begitu, para tahanan di sini harus bekerja seperti di kehidupan normal agar mereka memiliki uang untuk hidup di dalam penjara ini. Makanan pun tidak disediakan oleh polisi. Mereka harus membelinya sendiri di dalam penjara ini.


Oleh karena itu, ada tahanan yang membuka usaha sendiri, seperti toko makanan. Ada juga yang menjual jasa sebagai penata rambut atau tukang kayu, sedangkan yang lainnya bekerja pada tahanan lainnya sebagai karyawan untuk mendapatkan gaji. Dengan begitu, penjara San Pedro ini sekilas nampak seperti sebuah lingkungan kumuh di La Paz, Bolivia. Tidak akan ada yang menyangka bahwa ini adalah sebuah penjara.


Karena di dalamnya para tahanan pria bekerja menjalani rutinitas normal, sedangkan para wanita nya mengurus rumah tangga mereka, dan banyak anak – anak berkeliaran di sekitarnya. Sebuah data menunjukkan ada sekitar 200 anak yang tinggal dengan ayah mereka yang menjadi tahanan di dalam penjara San Pedro. Banyak yang menganggap bahwa penjara San Pedro bukanlah lingkungan yang cocok untuk membesarkan anak – anak.


Namun keluarga mereka mengatakan bahwa mereka lebih baik tinggal di dalam penjara daripada hidup di jalanan, di mana mereka akan didiskriminasikan oleh masyarakat. Tapi jangan menganggap bahwa tinggal di dalam penjara San Pedro aman – aman saja. Buktinya para tahanan di dalamnya masih saja ada yang saling mencuri, bahkan saling membunuh di malam hari.

http://blogspot.com


Penjara San Pedro ini juga memiliki sistem pemerintahan dan hukum yang ditetapkan oleh para tahanan itu sendiri. Di mana salah seorang tahanan akan menjadi pemimpinnya, dan diangkat secara demokratis oleh para tahanan di dalamnya. Dan bila terjadi sebuah permasalahan, hukum yang telah ditetapkan para tahanan inilah yang akan berlaku. Sehingga bila seorang tahanan dianggap keterlaluan, maka para tahanan lainnya akan bertindak.


Walaupun tidak ada penjaga, namun bila terjadi kericuhan besar tentu saja pihak kepolisian Bolivia akan turun tangan. Keunikan penjara ini sempat menjadi perhatian turis dari seluruh dunia. Sehingga penjara San Pedro sempat menjadi atraksi wisata di Bolivia. Dengan membayar 250 peso, para wisatawan dapat mendapatkan tur mengelilingi penjara. Bahkan beberapa tahanan pun mengelola tur keliling ini untuk menghasilkan uang.


Namun,ada yang mengatakan bahwa hal ini dijadikan kesempatan oleh beberapa pihak untuk memperjualbelikan narkoba kepada pihak luar. Oleh karena itu, sejak tahun 2009 tidak ada lagi turis yang boleh masuk berwisata di dalam penjara San Pedro. Tapi para tahanan tetap diperbolehkan mengajak keluarganya tinggal di dalamnya bersama mereka.


Baca juga Fenomena Nafsu Besar Tenaga Kurang


Silahkan Share dengan teman anda melalui tombol share di bawah blog ini dan Dapatkan Update Terbaru dari Kami Gratis atau Mau Berkomentar? Silahkan Follow Twitter Blog ini @blackberrism atau Klik di sini, Untuk Facebook like Di sini. Komentar, Mention dan Retweet anda akan Otomatis Tampil  Di Halaman Depan Blog ini. Mari Berteman dengan Pengunjung yang lain. Terimakasih
sumber:http://jadiberita.com/2012/08/30/mengunjungi-penjara-san-pedro-yang-unik-di-bolivia/
Read more ►

Senin, 18 November 2013

10 Penjara Paling Brutal Di Dunia

0 komentar
1. Carandiru Prison: (Brasil)

Penjara ini sempat menghebohkan Brasil juga dunia ketika peca kerusuhan besar di penjara tersebut tahun 1992. Tragedi pembantaian masal yang melibatkan polisi setempat. Ratusan korban berjatuhan, 103 (ada yg menyebut 111 napi) di antaranya tewas terbunuh. Tragedi Caradiru bermula dari meletusnya perang ‘antar gank di penjara tersebut, yang melebar hingga melibatkan banyak narapidana. Polisi kemudian mendatangkan bala bantuan. Sebenarnya saat itu banyak napi telah menyerah dengan melemparkan senjata mereka . mereka meminta perlindungan polisi. Namun dijawab polisi dengan menembaki mereka.
Perlakuan brutal dari pihak kepolisian memicu protes di mana-mana, tak terkecuali Amnesty Internasional yang mengkampanyekan penjara tersebut ditutup tahun 2002. Amnesty Internasional melaporkan telah terjadi pelanggaran hak-hak azasi manusia di sana yang tak bisas ditelerir lagi. Bukan itu saja fasilitas penjara juga sedemikian buruk sehingga menyebarkan penyakit mematikan.
Pada masa itu Kepala Kepolisian Metropolitan Sao Paulo adalah Ubiratan Guimaraes, dia dianggap orang yang paling bertanggungjawab meletusnya tragedy ini. Kasus yang menimbulkan kemarahan dunia ini membawa Guimaraes ke kursi pesakitan. Ia sempat diadili dengan tuduhan pembunuhan terhadap 102 orang. Namun Pengadilan kemudian membebaskan Guimaraes karena yg bersangkutan mengatakan polisi melakukan itu karena ditembaki. Pemerintah Brasil menganggap bahwa tragedy itu terjadi bukan tanggung jawab pihak kepolisian.

2. Bang Kwang Prison (Thailand)


Dikenal sebagai "Bangkok Hilton". Penjara ini boleh dibilang sudah tidak layak lagi, selain penuh sesak, juga kekurangan tenaga sipir. Para napinya dirantai. Kabarnya banyak napi jadi gila akibat stress melewati bulan bulan pertama di tahanan itu.
Direktur penjara Khun Nattee mengakui, kalau penjaranya adalah paling keras diseluruh Thailand. Di sini fasilitas sangat minim, termasuk perawatan kesehatan terhadap napi yg sangat standar. Napi yg sakit hy bisa meringkuk dengan kaki dirantai di kamarnya, sambil menunggu datangnya obat (kalau dapat).

3. ADX Florence Supermax Prison: (Colorado)


Penjara ini dibangun sebagai respon atas serangan terhadap para sipir dan staf yang terjadi di penjara lain di Amerika. Di penjara ini menerapkan maximum security untuk mencegah terjadinya serangan para napi terhadap sipir ataupun staf penjara. Karenanya para napi diisolasi dari staf penjara. Para napi mengalami penyiksaaan psikologis karena selama 23 jam hanya dihabiskan diselnya. mereka tak bisa kemana mana.
Menjadi narapida di ADX adalah suatu mimpi buruk tak tak terlupakan bagi mereka. Di sasna mereka menerima kondisi paling jelek dari yg terjelek. Karenanya mereka yg masuk ke sini adalah para penjahat kelas kakap termasuk yg telah berkali-kali masuk penjara. Di sinilah neraka penjara yg bisa mengakibatkan derita seumur hidup.
Selama 13 tahun beroperasi, dua orang tawanan dikabarkan mati terbunuh di ADX Florence. Salah satunya Lawrence Klaker. Ada yg menyebut dia mati ditembak, tp ada juga yg bilang bunuh diri.

4. Alcatraz Island Prison: (San Francisco, CA)


Penjara ini, yang dikenal sebagai "The Rock", atau "Devils Island" . Dibangun 1920-an. Segala ketidak nyamanan ada di sini. Alcatraz dirancang sedemikian rupa sehingga amaty kecil kemungkinan napi bisa lolos dari sini. Alcatraz benar benar menciptakan dunia sendiri. Para napi benar-benar terputus kontak dengan kehidupan di luar sana.
Pejabat penjara yg arogan, sipir yg kasar, kebijakan yg tdk manusiawi mewarnai hari-hari para napi di sana. Tak usah heran kalo byk yg terkena gangguan jiwa akibat tekanan psikologis yg luar biasa. Bayangkan saja, di sana ada larangan untuk tdk bercakap cakap dgn napi lain, kalo tdk menurut, hukuman menunggu. Napi dilarang mengeluarkan emosinya. Mereka dipaksa diam! Hak hak sbg manusia, di Alcatraz, telah dicabut. Sungguh penjara neraka. Penjara ini ditutup pada 1963, tetapi warisan kegelapan terus hidup dan menjadi legenda. (Pengen tau seperti apa, nonton aja escape from alcatraz)

5.San Quentin Prison: (San Quentin, California)


Tahun 1930a an, pengelolaan penjara ini sarat dengan korupsi, sampai akhirnya muncul direktur baru Clinton Truman Duffy yg melihat kondisi tak manusiawi dari penjara ini, memutuskan melakukan perbaian di tahun 1940 an. Tapi sebelum masuknya direktur baru, penjara ini dikenal sangat tidak manusiawi memperlakukan para napi. Kepala mereka dibotaki dan dipaksa memakai seragam yg diberi nomor, mereka makan dengan wadah ember-ember. Menghuni sel sempit tanpa diberi lampu.
Di sini nyawa tidak ada harganya. Kerusuhan antar ras kerap terjadi.Rasio antara penjaga penjara dan napi tidak sebanding, itu sebabnya banyak hal terjadi diluar kontrol.

6. Diyarbakr Prison: (Turki)


Penjara ini disebut sebagai penjara terkejam di turki di mana segala kebrutalan dan kesadisan begitu lumrah terjadi. Dari 1981 sampai 1984, 34 orang tawanan tewas karena penyiksaan berlebihan, baik jiwa maupun fisiknya. Belum lagi kasus penyimpangan seksual yg merajalela.
Para napi sebenarnya telah melakukan protes terhadp pengelolaan penjara. Mereka melakukan mogok makan, bahkan membakar diri sendiri sebagai bentuk protes. Namunn tdk berhasil. Fasilitas penjara ini sangat mengerikan jauh dari standar. Di sini pernah terjadi peristiwa menggerkan di mana anak-anak dijebloskan di sini dan mendapat hukuman penjara seumur hidup. Kejahatan terhadap kemanusian sepertinya menjadi peristiwa biasa saja. Tak heran penjara ini masuk dalam saslah sastu penjara yg paling menyeramkan di dunia.

7. La Sabaneta Prison: (Venezuela)


Venezuela juga memiliki penjara tak kalah brutalnya, yakni La Sabanetaa, di mana kekerasan menjadi santapan hari-hari. Fasilitas yg sangat minim, membuat wabah penyakit begitu mudah menyebar. Maklum, pelayanan dokter sangatlah minim, bahkan nyaris tak ada. Makanan kurang dengan menu yg jauh dari sederhana.
Kondisi napi di Penjara La Sabaneta adalah yang jelek dari yang terjelek. Tak heran kalo wabah kolera sempat mampir kemari dan memakan korban 700 napi. Di sini pun pernah terjadi pembataian masal yg mengambil korban 100 an napi tahun 1994. Kematian merajalela di La Sabaneta. Salah sedikit, nyawa bisa melayang. Para staf penjara yg malas mengurusi napi, sehingga para napi bisa leluasa berbuat semaunya. mereka berkelahi bahkan membunuh sesama napi. Para penjaga menutup mata atas kejadian2 ini.

8. La Sante Prison: (Paris, Perancis)


Seperti penjara maut lainnya, di sini pun nyawa manusia tak berharga. perlakuan brutal merajalela. Kesewenangan pengelola penjara membuat kehidupan napi benar benar tidak berharga. Banyak napi akhirnya menjadi gila. Sel-sel penjara yg penuh kutu dan tikus, semakin membuat napi stress.
Sungguh ironis dengan arti kata La Sante yg berarti health (kesehatan) dalam bahasa Inggris. Karena pada kenyataannya hidup di sana sungguh tdk sehat. Perbudakan antar sipir ke napi, napi ke sesama napi, sudah menjadi biasa. Kasus perkosaan antar sesama napi sangat tinggi dan terjadi setiap hari. Tak heran kalo banyak napi tak tahan akhirnya bunuh diri, atau menjadi gila. Sepanjang tahun 2002 dikabarkan terjadi 122 kasus bunuh diri napi. Disusul 73 napi pada pertengahan 2003.
Kecenderungan bunuh diri ini kemungkinan karena kondisi hidup yang mengerikan di sana. Penjara yg terlalu padat, fasilitas minim, serta aneka kekerasan yg terjadi di sana, diduga sebagai pemicu tindakan bunuh diri.

9. Rikers Island Prison: (Rikers Island, New York)


Penyiksaan brutal membuat penjara ini begitu dikenal di amerika. Pada 2007, tawanan Charles Afflic mengalami penyiksaan yg berlebihan dari penjaga penjara sehingga harus menjalani pembedahan otak. Sebanyak 6 napi bunuh diri di selnya krn tak tahan dgn suasana penjara yg menekan, pada 2003.

10. Tadmor Prison: (Suriah)


Kematian di penjara ini seperti tak terhitung banyaknya. Kekerasan di Tadmor begitu mengerikan dan benar-benar tak kenal ampun. Seorang mantan napi Tadmor menggambarkan penjara ini sebagai kerajaan maut dan kegilaan mengerikan
Tadmor memiliki penjaga haus darah, narapidana penjagal,dan tawanan politik. Pada 1980, sesudah percobaan pembunuhan pada Presiden (di Damaskus), narapidana terpaksa membayar mahal. Para perajurit penyerang penjara, mereka menggunakan halicopter dan mendarat di Tadmor. Para prajurit ini membatai 500 orang tawanan di sel mereka. Para napi ini mati mengenaskan, tidak dapat menyelamatkan diri karena para sipir merantai kaki mereka di sel.


sumber
Read more ►
 

Copyright © Awo awo Design by O Pregador | Blogger Theme by Blogger Template de luxo | Powered by Blogger