Sabtu, 31 Mei 2014

misteri angka 26 bagi indonesia

0 komentar
Di kesempatan kali ini juhanasblog.blogspot.com akan membahas artikel tentang misteri angka 26 bagi indonesia. Semoga dengan berita misteri angka 26 bagi indonesia akan menambah wacana bagi anda pembaca setia juhanasblog.blogspot.com

Angka 26 sepertinya begitu menakutkan bagi bangsa Indonesia ini. Beberapa kejadian besar, utamanya yang berkaitan dengan bencana alam, kebanyakan terjadi tepat pada tanggal 26. Angka ini seakan menjadi angka apes bagi Indonesia. Salah satunya adalah pertandingan leg pertama final Piala AFF lawan Malaysia. Padahal, pada laga sebelumnya Indonesia tak pernah terkalahkan di ajang Piala AFF 2010 ini. Namun, mengapa pada tanggal 26 ini, Indonesia dibantai tanpa balas oleh Malaysia? Padahal, ketika pertemuan pertama mereka di Jakarta, kalah dengan skor telak 5-1. Ada apa dengan angka 26 bagi Indonesia?


Indonesia tumbang untuk pertama kalinya di ajang Piala AFF. Adalah Timnas Malaysia yang menumbangkan Sang Garuda malam ini di stadion nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur. Tahukah anda, dibalik kekalahan itu terdapat fakta menarik. Banyak pihak menilai kekalahan Indonesia tak lepas karena bertanding pada Minggu (26/12/2010).


Entah ini hanya fiksi atau omong kosong belaka. Atau dapat pula dikatakan hal ini adalah fakta. Enam tahun silam, di tanggal dan bulan yang sama, yakni 26 Desember, Indonesia berduka. Provinsi Aceh dan sebagian daerah di Sumatra Utara dilanda bencana hebat, yakni Tsunami.


Ratusan ribu nyawa melayang akibat musibah ini. Tak terhitung berapa liter air mata yang mengalir sedih melihat Aceh porak-poranda gara-gara Tsunami. Selain Tsunami, fakta lain tentang angka 26 terjadi tahun 2006 silam. Tepatnya tanggal 26 Mei. Ya saat itu terjadi gempa yang menimpa Jogjakarta dan sekitarnya.


Bahkan, di tahun 2010 saja, ada tiga bencana yang berhubungan dengan angka 26. Pertama adalah gempa di Tasikmalaya 26 Juni lalu. Dan diteruskan dengan bencana kembar, tsunami di Mentawai serta meletusnya Gunung Merapi, 26 Oktober lalu. Dan kemenangan Malaysia atas Indonesia 3-0, juga terjadi di tanggal 26 Desember menjadi pamungkasnya.


Sebenarnya apa rahasia dibalik angka 26? Kalau dilihat sekilas, tentu angka ini biasa saja. Tapi banyak yang menganggap angka 26 adalah angka sial, bahkan dobel sial. Mengapa? Sebab 26 adalah hasil penjumlahan angka 13. Sebuah angka yang dinilai sebagai angka sial. Atau kalau Orang Jawa bilang, angka balak. Benarkah?
tp ane ingetin ni cma Fiksi...Takdir hanya Tuhan yg tau

Dapatkan berita terupdate dan unik setiap saat hanya di juhanasblog.blogspot.com
Homepage|http://juhanasblog.blogspot.com

Read more ►

Senin, 25 November 2013

Alasan Yang Mendasari Orang Percaya Angka 13 Dianggap Sial

0 komentar
Kita kadung gandrung dengan angka-angka, dengan perhitungan. Mau menikah, hampir seluruh anggota keluarga hibuk pilah-pilih hari. Ingin punya nomor ponsel baru, jejarian lekas tangkas bongkar tumpukan kartu SIM di gerai pulsa. Bahkan kadang hati ini tergerak juga untuk mengkalkulasi nama yang kita sandang: Membawa peruntungankah ia, atau justru bikin buntung?

Mitos Angka 13 Banyak diyakini sebagian orang sebagai simbol kesialan
Kita bisa menyebut kecenderungan semacam itu sebagai efek dari numerologi, yang dijabarkan Wikipedia sebagai suatu sistem, tradisi, atau kepercayaan akan adanya ikatan mistis antara angka-angka dengan benda-benda atau makhluk hidup. Para ahli numerologi percaya bahwa segala yang terhampar di bumi dapat diubah ke dalam bentuk angka. Tiap angka mewakili spektrum maha luas yang mencakup hal-hal positif dan membangun serta elemen-elemen negatif yang meluluhlantakkan.

Banyak yang menahbiskan Pythagoras sebagai bapak dari numerologi barat, seperti dapat dibaca di buku The Complete Idiot’s Guide to Numerology. Sebuah adagiumnya menegaskan pengakuan itu: “Dunia dibangun di atas kekuatan angka-angka.”

Namun sesungguhnya praktik numerologi telah jauh lebih tua dari umur dari sang bapak. Sebutlah misalnya aksara Ibrani, yang berdasar atas angka-angka. Pun, dalam kebudayaan Yunani, angka-angka tertentu dianggap lebih mulia atau nista dari yang lainnya. 888 dianggap sebagai menyimbolkan pikiran sang Maha. Variasi bahasa Yunani atas Yesus – ‘lesous’ – tegak lurus dengan angka 888. Angka 666 mewakili sang Fana. Perjanjian Baru menyebut 666 sejajar dengan Iblis.

Praktik dari numerologi, yang dianggap sebagai tingkatan terendah, menyentuh aspek magis angka-angka, yang hasilnya kerap dianggap sebagai ramalan. Pythagoras tak menyarankan hal itu. Tapi, masih banyak pihak yang mengaitkan praktik yang menjurus klenik itu dengannya.

Contoh dari praktik serupa dapat terlihat dari kepercayaan yang berkembang di Cina. Dalam tradisi bangsa itu, angka 4 (empat) dianggap membawa kesialan karena secara fonetis bunyinya mirip dengan kata ‘mati’ (bahasa Kanton). Itu yang bikin banyak gedung yang menyundul langit jakarta tak mengimbuhkan satuan 4 di pada lift, hanya jika pemiliknya warga keturunan Tionghoa.

Namun, uniknya, angka 4 dalam bahasa Shanghai bunyinya seturut dengan kata ‘air’, yang dianggap hoki, karena air dianggap punya hubungan dekat dengan uang.

Kiranya, tidak ada yang melebihi popularitas angka 13 dalam hubungannya dengan takhyul. Dunia mesti berterima kasih terhadap film-film produksi Hollywood yang telah menyebarkan kepercayaan masyarakatnya atas angka 13. Dalam kepercayaan itu, segala yang mengungkit angka 13 akan dihindari: Tanggal 13 (terutama Jumat, seperti hari ini), lantai ke 13, meja tamu berjumlah 13, dan seterusnya.

Bahkan, seperti yang diterakan dalam about.com, ada legenda yang beredar yang mengatakan bahwa jika ada 13 orang duduk semeja ketika makan malam, salah satunya akan mati pada tahun itu. Bangsa Turki lebih nekat lagi. Saking sebalnya mereka dengan 13, mereka tega menghilangkan kata untuk angka itu dari kamus.

Jangan tersenyum dulu. Kini saatnya anda menghitung jumlah huruf pada nama anda. Jika jumlahnya 13, anda akan meraih keberuntungan yang dikaruniakan oleh setan. Simaklah nama penjahat kelas kakap dunia ini, yang terdiri atas 13 aksara: Jack the Ripper, Charles Manson, Jeffrey Dahmer, Theodore Bundy, dan Albert De Salvo.

Mereka yang bergidik dengan angka 13 tercatat menderita Triskaidekaphobia. Dan, mereka yang cemas dengan hari Jumat yang bertanggal 13 disebut menderita paraskevidekatriaphobia. Konon, ketakutan yang mereka alami itu disebabkan oleh hal-hal berikut, seperti dikutip dari situs Associated Content:

- Bangsa Ibrani kuno menganggap 13 sebagai angka sial sebab huruf ketiga belas dalam alfabet Ibrani merupakan aksara ‘M’, huruf pertama kata ‘mavet’, yang artinya kematian.
- Last Supper yang termasyhur itu dihadiri oleh 13 orang. Judas adalah yang pertama berdiri, pun yang pertama wafat.
- Para Ksatria Templar ditangkap dan dieksekusi pada tanggal 13 Oktober 1307.
- Di tengah masyarakat yang patriarkal, 13 dianggap sebagai angka feminin dan karenanya dianggap pembawa sial.


Sumber: http://kotakhitamdunia.blogspot.com/2011/11/alasan-yang-mendasari-orang-percaya.html
Read more ►
 

Copyright © Awo awo Design by O Pregador | Blogger Theme by Blogger Template de luxo | Powered by Blogger